RSS

Arsip Tag: Sesar

Tektonik Indonesia : Kondisi dan Potensinya

Kepulauan Indonesia adalah salah satu wilayah yang memiliki kondisi geologi yang menarik. Menarik karena gugusan kepulauannya dibentuk oleh tumbukan lempeng-lempeng tektonik besar. Tumbukan Lempeng Eurasia dan Lempeng India-Australia mempengaruhi Indonesia bagian barat, sedangkan pada Indonesia bagian timur, dua lempeng tektonik ini ditubruk lagi oleh Lempeng Samudra Pasifik dari arah timur. Kondisi ini tentunya berimplikasi banyak terhadap kehidupan yang berlangsung di atasnya hingga saat ini. Mari kita perhatikan gambar-gambar di bawah ini.

Kondisi Tektonik di Kepulauan Indonesia

Kondisi Tektonik di Kepulauan Indonesia

Gambar di atas menunjukkan kondisi tektonik Kepulauan Indonesia. Garis merah, jingga dan hijau menunjukkan batas-batas lempeng tektonik. Garis merah menunjukkan pemekaran lantai samudra. Garis jingga menunjukkan pensesaran relatif mendatar. Sedangkan garis hijau menunjukkan tumbukan/penunjaman antar lempeng tektonik.

Read the rest of this entry »

Iklan
 
20 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 17, 2009 in Geo-dinamik, Geo-struktur, Kebencanaan, Kegempaan

 

Tag: , , , , , ,

Gempa Manokwari dan Pembentukan Sesar Sorong

Kondisi Tektonik Papua

Kondisi Tektonik Papua

 Gambar di samping menunjukkan kondisi tektonik Papua. Sesar Sorong di Papua ini yang menyebabkan gempa pada tanggal 4 Januari 2009 yang lalu. Data BMG menyebutkan kekuatan gempa 7.9 SR (kedalaman 48 km) dan 7.6 SR (kedalaman 10 km). Kedua gempa ini berselang tidak lebih dari 3 jam.

Sedangkan data USGS menyebutkan 7.4 SR dengan kedalaman 38 km.

Berikut ini summary dari USGS
Read the rest of this entry »

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 7, 2009 in Geo-dinamik, Kebencanaan, Kegempaan

 

Tag: , , , ,

Memahami Sesar (Fault)

Sesar didefinisikan sebagai rekahan/retakan pada batuan penyusun bumi yang telah atau sedang mengalami pergerakan. Berdasarkan gerak patahannya, sesar dibagi menjadi tiga, yaitu : sesar normal (normal fault), sesar naik (reverse fault) dan sesar mendatar (lateral fault). Dari ketiga jenis ini berkembang beberapa jenis, seperti thrust fault dan oblique normal  fault. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Jenis-jenis sesar

Jenis-jenis sesar

Penentuan blok yang mana sebagai foot wall dan hanging wall ditentukan dari posisi bidang sesarnya. Hanging wall relatif berada di atas bidang sesar, sedangkan foot wall relatif berada di bawah bidang sesar (lihat sub-gambar A).

Perbedaan reverse fault dan thrust fault lebih kepada besar sudut kemiringan dari bidang sesarnya. Apabila landai (<10 deg) disebut thrust fault, sebaliknya disebut reverse fault. Sedangkan oblique fault terjadi apabila gerakan pensesaran selain translasi juga bersifat rotasi.

Lateral fault dibagi menjadi dua : left lateral (mendatar meng-kiri) dan right lateral (mendatar meng-kanan). Penentuannya didasarkan pada blok mana yang pergerakannya relatif mendekati pengamat apabila seorang pengamat berdiri persis di garis batas foot wall dan hanging wall.

Pada kenyataannya, sangat sulit mendapatkan kenampakan pensesaran yang ideal, terlebih lagi iklim di negeri kita yang tropis. Pada iklim tropis, proses pelapukan batuan berlangsung lebih intensif sehingga merusak dan mengubur tanda-tanda pensesaran di permukaan bumi. Namun tanda-tanda adanya sesar dapat diketahui antara lain melalui : zona hancuran, gores-garis, gawir sesar, triangular facet, pengkekaran intensif, perubahan litologi yang tiba-tiba, breksi sesar, milonit dan pembelokan sungai secara tiba-tiba.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 9, 2008 in Geo-struktur

 

Tag: , ,