RSS

Arsip Tag: Bumi

Struktur Pembentuk Bumi

Bumi yang kita tinggal di atasnya, planet biru yang dua pertiga permukaannya adalah lautan. Hanya di bumi manusia dapat hidup. Nampaknya kecocokan antara sifat-sifat di bumi dengan sifat-sifat dan kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya sudah dirancang sedemikian rupa oleh Sang Pencipta.

Bumi memiliki struktur dan kompisisi penyusunnya. Gambar di bawah ini menunjukkan kalau “kue” bola bumi dipotong dari permukaan hingga ke bagian inti, akan terdapat lapisan-lapisan penyusun yang dapat dibedakan secara fisik dan kimiawi.

Baiklah, mari kita lihat satu-persatu lapisan “kue” tersebut. (Begini jadinya kalau lagi nge-blog pas belum makan…:D)
Read the rest of this entry »

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada November 28, 2010 in Geo-dinamik, Geo-struktur

 

Tag: , , , , ,

Sejarah Bumi Sejak Superkontinen Pangaea Hingga Saat Ini

Sekitar 250 juta tahun yang lalu, hanya ada superkontinen yang dinamakan Pangaea. Kemudian 50 juta tahun kemudian, sekitar 200 juta tahun yang lalu, Pangaea pecah menjadi dua superkontinen, Laurasia di sebelah utara dan Gondwana di sebelah selatan.

Kemudian 135 juta tahun yang lalu, Laurasia bergerak dan pecah menjadi tiga yaitu Benua Amerika Utara, Benua Eropa dan Benua Asia. Sedangkan Gondwana pecah menjadi Benua Afrika, Benua Antarktika, Benua Australia dan Benua Amerika Selatan.

Sekitar 65 juta tahun yang lalu (saat terjadi kepunahan massal Dinosaurus), susunan dan posisi benua secara perlahan berangsur-angsur mirip seperti yang ada saat ini. Ditambah dengan berpisahnya Anak Benua India dari Antarktika dan Benua Australia bergerak relatif ke arah ekuator. Anak Benua India tersebut kemudian menabrak Benua Asia dan karena dua-duanya tidak ada yang mau mengalah, maka dua-duanya saling berlomba menjulang ke atas membentuk Pegunungan Himalaya, pegunungan tertinggi di dunia.

Lho, koq gak ada yang mau ngalah ya ?

Read the rest of this entry »

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 16, 2009 in Geo-dinamik, Geo-historis

 

Tag: , , , ,

Plate Tectonics : Tidak Seluruhnya Bencana

Oleh Awang Satyana

Plate Tectonics

Plate Tectonics

Dua bulan terakhir setelah gempa Yogya 27 Mei 2006, saya menjadi rajin membeli koran apa pun yang di halaman depannya sekilas pandangan saja kita tahu itu plate tectonics ! Selain untuk mengklipingnya, saya juga ingin mengamati sejauh mana media mengusung teori elegan ini untuk menerangkan gempa ke masyarakat. Sumber gambarnya bisa langsung diambil dari website atau textbook, atau berasal dari instansi seperti BMG, LIPI, Bakosurtanal, sering juga hasil olahan tim grafis koran tersebut.

Secara umum, lumayan bagus meskipun tak jarang juga salah. Sebagai introduksi geologi ke masyarakat sudahlah cukup. Masyarakat yang membaca koran kini mestinya sudah paham dengan istilah-istilah lempeng, tektonik, jalur subduksi, dan yang berhubungan. Dua hari lalu, saya mendapat sms dari adik saya, anaknya yang masih balita menanyakan pergerakan lempeng yang menyebabkan gempa. Nah…!
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 26, 2008 in Geo-dinamik, Kebencanaan

 

Tag: ,

Memahami Sesar (Fault)

Sesar didefinisikan sebagai rekahan/retakan pada batuan penyusun bumi yang telah atau sedang mengalami pergerakan. Berdasarkan gerak patahannya, sesar dibagi menjadi tiga, yaitu : sesar normal (normal fault), sesar naik (reverse fault) dan sesar mendatar (lateral fault). Dari ketiga jenis ini berkembang beberapa jenis, seperti thrust fault dan oblique normal  fault. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Jenis-jenis sesar

Jenis-jenis sesar

Penentuan blok yang mana sebagai foot wall dan hanging wall ditentukan dari posisi bidang sesarnya. Hanging wall relatif berada di atas bidang sesar, sedangkan foot wall relatif berada di bawah bidang sesar (lihat sub-gambar A).

Perbedaan reverse fault dan thrust fault lebih kepada besar sudut kemiringan dari bidang sesarnya. Apabila landai (<10 deg) disebut thrust fault, sebaliknya disebut reverse fault. Sedangkan oblique fault terjadi apabila gerakan pensesaran selain translasi juga bersifat rotasi.

Lateral fault dibagi menjadi dua : left lateral (mendatar meng-kiri) dan right lateral (mendatar meng-kanan). Penentuannya didasarkan pada blok mana yang pergerakannya relatif mendekati pengamat apabila seorang pengamat berdiri persis di garis batas foot wall dan hanging wall.

Pada kenyataannya, sangat sulit mendapatkan kenampakan pensesaran yang ideal, terlebih lagi iklim di negeri kita yang tropis. Pada iklim tropis, proses pelapukan batuan berlangsung lebih intensif sehingga merusak dan mengubur tanda-tanda pensesaran di permukaan bumi. Namun tanda-tanda adanya sesar dapat diketahui antara lain melalui : zona hancuran, gores-garis, gawir sesar, triangular facet, pengkekaran intensif, perubahan litologi yang tiba-tiba, breksi sesar, milonit dan pembelokan sungai secara tiba-tiba.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 9, 2008 in Geo-struktur

 

Tag: , ,