RSS

Arsip Kategori: Geo-struktur

Struktur Pembentuk Bumi

Bumi yang kita tinggal di atasnya, planet biru yang dua pertiga permukaannya adalah lautan. Hanya di bumi manusia dapat hidup. Nampaknya kecocokan antara sifat-sifat di bumi dengan sifat-sifat dan kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya sudah dirancang sedemikian rupa oleh Sang Pencipta.

Bumi memiliki struktur dan kompisisi penyusunnya. Gambar di bawah ini menunjukkan kalau “kue” bola bumi dipotong dari permukaan hingga ke bagian inti, akan terdapat lapisan-lapisan penyusun yang dapat dibedakan secara fisik dan kimiawi.

Baiklah, mari kita lihat satu-persatu lapisan “kue” tersebut. (Begini jadinya kalau lagi nge-blog pas belum makan…:D)
Read the rest of this entry »

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada November 28, 2010 in Geo-dinamik, Geo-struktur

 

Tag: , , , , ,

Sekilas Tentang Diskontinuitas Mohorovicic (Mohorovicic Discontinuity)

Apakah Yang Dimaksud Dengan Diskontinuitas Mohorovicic?

Diskontinuitas Mohorovicic adalah batas antara Kerak Bumi dan Mantel Bumi.

Gambar struktur internal lapisan pembentuk bumi (USGS) – Diskontinuitas Mohorovicic (garis merah) ditambahkan oleh Geology.com

Dalam ilmu geologi, istilah ‘diskontinuitas’ digunakan untuk menunjukkan lapisan imaginer yang menjadi batas perubahan cepat rambat gelombang seismik. Pada Kerak Samudera, lapisan ini berada pada kedalaman sekitar 8 kilometer. Sedangkan pada Kerak Benua, pada kedalaman sekitar 32 kilometer. Pada diskontinutas ini, gelombang seismik berakselerasi. Lapisan imaginer inilah yang disebut Diskotinuitas Mohorovicic, atau lebih sederhananya dikenal sebagai Moho. Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada November 15, 2010 in Geo-dinamik, Geo-struktur, Kegempaan

 

Tag: , , , ,

Tektonik Indonesia : Kondisi dan Potensinya

Kepulauan Indonesia adalah salah satu wilayah yang memiliki kondisi geologi yang menarik. Menarik karena gugusan kepulauannya dibentuk oleh tumbukan lempeng-lempeng tektonik besar. Tumbukan Lempeng Eurasia dan Lempeng India-Australia mempengaruhi Indonesia bagian barat, sedangkan pada Indonesia bagian timur, dua lempeng tektonik ini ditubruk lagi oleh Lempeng Samudra Pasifik dari arah timur. Kondisi ini tentunya berimplikasi banyak terhadap kehidupan yang berlangsung di atasnya hingga saat ini. Mari kita perhatikan gambar-gambar di bawah ini.

Kondisi Tektonik di Kepulauan Indonesia

Kondisi Tektonik di Kepulauan Indonesia

Gambar di atas menunjukkan kondisi tektonik Kepulauan Indonesia. Garis merah, jingga dan hijau menunjukkan batas-batas lempeng tektonik. Garis merah menunjukkan pemekaran lantai samudra. Garis jingga menunjukkan pensesaran relatif mendatar. Sedangkan garis hijau menunjukkan tumbukan/penunjaman antar lempeng tektonik.

Read the rest of this entry »

 
20 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 17, 2009 in Geo-dinamik, Geo-struktur, Kebencanaan, Kegempaan

 

Tag: , , , , , ,

Animasi Mekanisme Penunjaman Kerak Samudra

Penunjaman kerak samudra terhadap kerak benua terjadi apabila terjadi benturan antara keduanya dalam posisi frontal (saling berhadapan). Hal ini seperti terjadi di Samudra Atlantik sebelah selatan Pulau Jawa. Kerak samudra dari lempeng tektonik India-Australia bergerak menunjam ke bawah Kerak Benua Eurasia.

kebetulan baru aja bikin account dan upload video di youtube.com, jadi pengen juga di-share ke blog…hehe..

Pada umumnya, kerak samudra lebih tipis, lebih plastis (bedakan dengan elastis…ya!), berkomposisi basa, kaya Fe-Mg dan memiliki densitas lebih berat daripada kerak benua. Oleh karena itu, apabila keduanya bertumbukan, kerak samudra cenderung menunjam ke bawah kerak benua. Penunjaman ini umumnya membentuk palung yang dalam. Pada kasus di pantai selatan Pulau Jawa, terbentuk Palung Jawa (yang katanya tempat kerajaannya Nyi Roro Kidul…hii serem…). Read the rest of this entry »

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 13, 2009 in Geo-dinamik, Geo-struktur

 

Tag: , , , , ,

Memahami Sesar (Fault)

Sesar didefinisikan sebagai rekahan/retakan pada batuan penyusun bumi yang telah atau sedang mengalami pergerakan. Berdasarkan gerak patahannya, sesar dibagi menjadi tiga, yaitu : sesar normal (normal fault), sesar naik (reverse fault) dan sesar mendatar (lateral fault). Dari ketiga jenis ini berkembang beberapa jenis, seperti thrust fault dan oblique normal  fault. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Jenis-jenis sesar

Jenis-jenis sesar

Penentuan blok yang mana sebagai foot wall dan hanging wall ditentukan dari posisi bidang sesarnya. Hanging wall relatif berada di atas bidang sesar, sedangkan foot wall relatif berada di bawah bidang sesar (lihat sub-gambar A).

Perbedaan reverse fault dan thrust fault lebih kepada besar sudut kemiringan dari bidang sesarnya. Apabila landai (<10 deg) disebut thrust fault, sebaliknya disebut reverse fault. Sedangkan oblique fault terjadi apabila gerakan pensesaran selain translasi juga bersifat rotasi.

Lateral fault dibagi menjadi dua : left lateral (mendatar meng-kiri) dan right lateral (mendatar meng-kanan). Penentuannya didasarkan pada blok mana yang pergerakannya relatif mendekati pengamat apabila seorang pengamat berdiri persis di garis batas foot wall dan hanging wall.

Pada kenyataannya, sangat sulit mendapatkan kenampakan pensesaran yang ideal, terlebih lagi iklim di negeri kita yang tropis. Pada iklim tropis, proses pelapukan batuan berlangsung lebih intensif sehingga merusak dan mengubur tanda-tanda pensesaran di permukaan bumi. Namun tanda-tanda adanya sesar dapat diketahui antara lain melalui : zona hancuran, gores-garis, gawir sesar, triangular facet, pengkekaran intensif, perubahan litologi yang tiba-tiba, breksi sesar, milonit dan pembelokan sungai secara tiba-tiba.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 9, 2008 in Geo-struktur

 

Tag: , ,