RSS

Arsip Kategori: Geo-historis

Skala Waktu Geologi

PENDAHULUAN

Waktu geologi adalah skala waktu yang meliputi seluruh sejarah geologi bumi dari mulai terbantuknya hingga saat ini. Sebelum perkembangan dari skala waktu geologi pada abad ke-19, para ahli sejarah mengetahui bahwa bumi memiliki sejarah yang panjang, namun skala waktu yang digunakan sekarang dikembangkan sejak 200 tahun terakhir dan terus-menerus diperbaiki. Skala waktu geologi membantu para ilmuwan memahami sejarah bumi dalam bagian-bagian waktu yang teratur.

Sebelum adanya pentarikhan radiometri, yang mengukur kandungan unsur radioaktif dalam suatu objek untuk menentukan umurnya, para ilmuwan memperkirakan umur bumi berkisar dari 4,000 tahun hingga ratusan juta tahun. Saat ini, diketahui bahwa umur bumi adalah sekitar 4.6 milyar tahun.

Skala waktu geologi saat ini dibuat berdasarkan pada pentarikhan radiometri dan rekaman kehidupan purba yang terawetkan di dalam lapisan batuan. Sebagian besar batas pada skala waktu geologi sekarang berhubungan dengan periode kepunahan dan kemunculan spesies baru.

PEMBAGIAN WAKTU

Skala waktu geologi yang ditetapkan oleh International Union of Geological Sciences (IUGS) pada tahun 2004 membagi sejarah bumi ke dalam beberapa interval waktu yang berbeda-beda panjangnya dan terukur dalam satuan tahun kalender. Interval terpanjang adalah Kurun. Setiap Kurun terbagi menjadi beberapa Masa. Setiap Masa terdiri dari beberapa Zaman, dan Zaman terbagi menjadi beberapa Kala.

Read the rest of this entry »

Iklan
 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 7, 2011 in Geo-historis, Paleontologi

 

Tag: , , , , ,

Teori Tektonik Lempeng

Hipotesis Apungan Benua


Saat perkembangan pembuatan peta dunia pada awal tahun 1900-an, seorang ahli meteorologi dari Jerman, Alfred Wegener mengemukakan sebuah hipotesis tentang Apungan Benua (Hypothesis of Continental Drift). Dia mengemukakan bahwa dulunya ada sebuah super-kontinen, disebut Pangaea, yang pecah jutaan tahun yang lalu, kemudian benua-benua pecahannya perlahan bergerak menuju posisinya saat ini dan masih terus bergerak perlahan.
Read the rest of this entry »

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 4, 2010 in Geo-dinamik, Geo-historis

 

Tag: , ,

Krakatau Purba 535 AD: “a Super Collosal Eruption”

Ada tulisan menarik dari Pak Awang H. Satyana di Blognya Ahli Geologi Indonesia, tentang sejarah letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda. Ternyata, letusan tahun 1883 bukanlah yang terbesar dalam sejarah Krakatau. Coba simak tulisan berikut.
————————-
Oleh Awang H. Satyana

Senin 27 Agustus 1883 pukul 10.00 WIB adalah saat terakhir penduduk di sekitar Selat Sunda melihat Matahari tengah naik ke puncaknya. Setengah jam kemudian, mereka meregang nyawa diseret gelombang laut setinggi sampai 40 meter… !! Jumlah seluruhnya 36.417 orang berasal dari 295 kampung di kawasan pantai Banten dan Lampung. Keesokan harinya dan keesokan harinya lagi, penduduk sejauh sampai Jakarta dan Lampung tak melihat lagi Matahari – gelap gulita. Apa yang terjadi di hari yang seperti kiamat itu adalah letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda. Suara letusannya terdengar sampai sejauh 4600 km dan di dengar di kawasan seluas 1/8 permukaan Bumi. Telah banyak tulisan dan film di seluruh dunia dibuat tentang kedahsyatan letusan Krakatau ini. University of North Dakota Volcanic Explosivity Index (VEI) mencantumkan dua gunungapi di seluruh dunia yang letusannya paling hebat dalam sejarah moderen : Krakatau 1883 (VEI : 6) dan Tambora 1815 (VEI : 7). Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 29, 2010 in Geo-historis, Kebencanaan, Vulkanologi

 

Tag: , , , ,

Sejarah Bumi Sejak Superkontinen Pangaea Hingga Saat Ini

Sekitar 250 juta tahun yang lalu, hanya ada superkontinen yang dinamakan Pangaea. Kemudian 50 juta tahun kemudian, sekitar 200 juta tahun yang lalu, Pangaea pecah menjadi dua superkontinen, Laurasia di sebelah utara dan Gondwana di sebelah selatan.

Kemudian 135 juta tahun yang lalu, Laurasia bergerak dan pecah menjadi tiga yaitu Benua Amerika Utara, Benua Eropa dan Benua Asia. Sedangkan Gondwana pecah menjadi Benua Afrika, Benua Antarktika, Benua Australia dan Benua Amerika Selatan.

Sekitar 65 juta tahun yang lalu (saat terjadi kepunahan massal Dinosaurus), susunan dan posisi benua secara perlahan berangsur-angsur mirip seperti yang ada saat ini. Ditambah dengan berpisahnya Anak Benua India dari Antarktika dan Benua Australia bergerak relatif ke arah ekuator. Anak Benua India tersebut kemudian menabrak Benua Asia dan karena dua-duanya tidak ada yang mau mengalah, maka dua-duanya saling berlomba menjulang ke atas membentuk Pegunungan Himalaya, pegunungan tertinggi di dunia.

Lho, koq gak ada yang mau ngalah ya ?

Read the rest of this entry »

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 16, 2009 in Geo-dinamik, Geo-historis

 

Tag: , , , ,

Download E-Book : This Dynamic Earth

Cover depan

Cover depan

This Dynamic Earth, sebuah buku digital yang bisa di-download gratis di situsnya United States Geological Survey (USGS), ditulis oleh W. Jacquelyne Kious dan Robert I. Tilling. Buku ini menguraikan tentang bagaimana benua terbentuk, saling bertumbukan, terpisah dan menjadi seperti posisinya saat ini. Tentunya tidak asing bagi mereka yang berkecimpung di bidang geologi. Buku ini juga menguraikan tentang pengaruh proses tektonik selama sejarah bumi terhadap manusia dan lingkungan hidup yang tinggal di atasnya.

Berikut ringkasannya…

Perspektif Sejarah

Bab ini menjelaskan tentang asal kata ‘tektonik’ dan menguraikan bahwa dahulunya semua benua yang ada berasal dari satu superkontinen yang disebut Pangaea, yang kemudian split menjadi beberapa benua yang bergerak menjauh, bergesekan atau bertumbukan satu sama lain. Pada bagian ini juga dijelaskan komposisi lapisan di dalam bumi hingga ke inti bumi yang kita sebut ‘core’. Pencetus pertama tentang teori benua yang mengapung (Continental Drift), Alfred Lothar Wegener (1880-1930), mendasarkan hipotesisnya pada beberapa kecurigaan antara lain : garis pantai timur Benua Amerika Selatan yang mirip dengan garis pantai barat Benua Afrika, adanya endapan glasial yang justru ditemukan di Afrika, serta adanya fosil dinosaurus yang hidup di kutub namun ditemukan fosilnya di Australia. Hal ini mengindikasikan bahwa Australia dulunya berposisi dekat dengan daerah kutub.

Read the rest of this entry »

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 3, 2009 in Geo-dinamik, Geo-historis, Informasi

 

Tag: , , , ,