RSS

Arsip Kategori: Geo-dinamik

Teori Tektonik Lempeng

Hipotesis Apungan Benua


Saat perkembangan pembuatan peta dunia pada awal tahun 1900-an, seorang ahli meteorologi dari Jerman, Alfred Wegener mengemukakan sebuah hipotesis tentang Apungan Benua (Hypothesis of Continental Drift). Dia mengemukakan bahwa dulunya ada sebuah super-kontinen, disebut Pangaea, yang pecah jutaan tahun yang lalu, kemudian benua-benua pecahannya perlahan bergerak menuju posisinya saat ini dan masih terus bergerak perlahan.
Read the rest of this entry »

Iklan
 
7 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 4, 2010 in Geo-dinamik, Geo-historis

 

Tag: , ,

Struktur Pembentuk Bumi

Bumi yang kita tinggal di atasnya, planet biru yang dua pertiga permukaannya adalah lautan. Hanya di bumi manusia dapat hidup. Nampaknya kecocokan antara sifat-sifat di bumi dengan sifat-sifat dan kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya sudah dirancang sedemikian rupa oleh Sang Pencipta.

Bumi memiliki struktur dan kompisisi penyusunnya. Gambar di bawah ini menunjukkan kalau “kue” bola bumi dipotong dari permukaan hingga ke bagian inti, akan terdapat lapisan-lapisan penyusun yang dapat dibedakan secara fisik dan kimiawi.

Baiklah, mari kita lihat satu-persatu lapisan “kue” tersebut. (Begini jadinya kalau lagi nge-blog pas belum makan…:D)
Read the rest of this entry »

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada November 28, 2010 in Geo-dinamik, Geo-struktur

 

Tag: , , , , ,

Sekilas Tentang Diskontinuitas Mohorovicic (Mohorovicic Discontinuity)

Apakah Yang Dimaksud Dengan Diskontinuitas Mohorovicic?

Diskontinuitas Mohorovicic adalah batas antara Kerak Bumi dan Mantel Bumi.

Gambar struktur internal lapisan pembentuk bumi (USGS) – Diskontinuitas Mohorovicic (garis merah) ditambahkan oleh Geology.com

Dalam ilmu geologi, istilah ‘diskontinuitas’ digunakan untuk menunjukkan lapisan imaginer yang menjadi batas perubahan cepat rambat gelombang seismik. Pada Kerak Samudera, lapisan ini berada pada kedalaman sekitar 8 kilometer. Sedangkan pada Kerak Benua, pada kedalaman sekitar 32 kilometer. Pada diskontinutas ini, gelombang seismik berakselerasi. Lapisan imaginer inilah yang disebut Diskotinuitas Mohorovicic, atau lebih sederhananya dikenal sebagai Moho. Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada November 15, 2010 in Geo-dinamik, Geo-struktur, Kegempaan

 

Tag: , , , ,

Bagaimana Terjadinya Gelombang Tsunami

Tsunami adalah gelombang laut berskala besar yang disebabkan oleh pergerakan tiba-tiba dari lantai samudera. Pergerakan tiba-tiba ini dapat berupa gempabumi, letusan gunngapi yang sangat besar, atau adanya longsoran bawahlaut. Benturan meteorit juga dapat menyebabkan tsunami. Gelombang tsunami merambat di laut terbuka dengan sangat cepat dan membentuk gelombang besar ketika memdekati pantai / laut dangkal.

Zona penunjaman dan area gesekan antara dua lempeng

Zona penunjaman merupakan area yang potensial bagi bencana tsunami. Karena di zona ini akan banyak sekali dijumpai titik-titik pusat gempa dan rangkaian jalur gunungapi. Lebih jelasnya tentang gempa dan gunungapi ini, khususnya di Indoensia, dapat dilihat pada uraian terdahulu, “Tektonik Indonesia: Kondisi dan Potensinya”. Sedangkan bagaimana proses penunjaman itu berlangsung dapat dilihat pada postingan “Animasi Mekanisme Penunjaman Kerak Samudera”.

Read the rest of this entry »

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 27, 2010 in Geo-dinamik, Kebencanaan

 

Tag: , , , , , ,

Tektonik Indonesia : Kondisi dan Potensinya

Kepulauan Indonesia adalah salah satu wilayah yang memiliki kondisi geologi yang menarik. Menarik karena gugusan kepulauannya dibentuk oleh tumbukan lempeng-lempeng tektonik besar. Tumbukan Lempeng Eurasia dan Lempeng India-Australia mempengaruhi Indonesia bagian barat, sedangkan pada Indonesia bagian timur, dua lempeng tektonik ini ditubruk lagi oleh Lempeng Samudra Pasifik dari arah timur. Kondisi ini tentunya berimplikasi banyak terhadap kehidupan yang berlangsung di atasnya hingga saat ini. Mari kita perhatikan gambar-gambar di bawah ini.

Kondisi Tektonik di Kepulauan Indonesia

Kondisi Tektonik di Kepulauan Indonesia

Gambar di atas menunjukkan kondisi tektonik Kepulauan Indonesia. Garis merah, jingga dan hijau menunjukkan batas-batas lempeng tektonik. Garis merah menunjukkan pemekaran lantai samudra. Garis jingga menunjukkan pensesaran relatif mendatar. Sedangkan garis hijau menunjukkan tumbukan/penunjaman antar lempeng tektonik.

Read the rest of this entry »

 
20 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 17, 2009 in Geo-dinamik, Geo-struktur, Kebencanaan, Kegempaan

 

Tag: , , , , , ,

Sejarah Bumi Sejak Superkontinen Pangaea Hingga Saat Ini

Sekitar 250 juta tahun yang lalu, hanya ada superkontinen yang dinamakan Pangaea. Kemudian 50 juta tahun kemudian, sekitar 200 juta tahun yang lalu, Pangaea pecah menjadi dua superkontinen, Laurasia di sebelah utara dan Gondwana di sebelah selatan.

Kemudian 135 juta tahun yang lalu, Laurasia bergerak dan pecah menjadi tiga yaitu Benua Amerika Utara, Benua Eropa dan Benua Asia. Sedangkan Gondwana pecah menjadi Benua Afrika, Benua Antarktika, Benua Australia dan Benua Amerika Selatan.

Sekitar 65 juta tahun yang lalu (saat terjadi kepunahan massal Dinosaurus), susunan dan posisi benua secara perlahan berangsur-angsur mirip seperti yang ada saat ini. Ditambah dengan berpisahnya Anak Benua India dari Antarktika dan Benua Australia bergerak relatif ke arah ekuator. Anak Benua India tersebut kemudian menabrak Benua Asia dan karena dua-duanya tidak ada yang mau mengalah, maka dua-duanya saling berlomba menjulang ke atas membentuk Pegunungan Himalaya, pegunungan tertinggi di dunia.

Lho, koq gak ada yang mau ngalah ya ?

Read the rest of this entry »

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 16, 2009 in Geo-dinamik, Geo-historis

 

Tag: , , , ,

Animasi Mekanisme Penunjaman Kerak Samudra

Penunjaman kerak samudra terhadap kerak benua terjadi apabila terjadi benturan antara keduanya dalam posisi frontal (saling berhadapan). Hal ini seperti terjadi di Samudra Atlantik sebelah selatan Pulau Jawa. Kerak samudra dari lempeng tektonik India-Australia bergerak menunjam ke bawah Kerak Benua Eurasia.

kebetulan baru aja bikin account dan upload video di youtube.com, jadi pengen juga di-share ke blog…hehe..

Pada umumnya, kerak samudra lebih tipis, lebih plastis (bedakan dengan elastis…ya!), berkomposisi basa, kaya Fe-Mg dan memiliki densitas lebih berat daripada kerak benua. Oleh karena itu, apabila keduanya bertumbukan, kerak samudra cenderung menunjam ke bawah kerak benua. Penunjaman ini umumnya membentuk palung yang dalam. Pada kasus di pantai selatan Pulau Jawa, terbentuk Palung Jawa (yang katanya tempat kerajaannya Nyi Roro Kidul…hii serem…). Read the rest of this entry »

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 13, 2009 in Geo-dinamik, Geo-struktur

 

Tag: , , , , ,