RSS

Bagaimana Terjadinya Gelombang Tsunami

27 Jun

Tsunami adalah gelombang laut berskala besar yang disebabkan oleh pergerakan tiba-tiba dari lantai samudera. Pergerakan tiba-tiba ini dapat berupa gempabumi, letusan gunngapi yang sangat besar, atau adanya longsoran bawahlaut. Benturan meteorit juga dapat menyebabkan tsunami. Gelombang tsunami merambat di laut terbuka dengan sangat cepat dan membentuk gelombang besar ketika memdekati pantai / laut dangkal.

Zona penunjaman dan area gesekan antara dua lempeng

Zona penunjaman merupakan area yang potensial bagi bencana tsunami. Karena di zona ini akan banyak sekali dijumpai titik-titik pusat gempa dan rangkaian jalur gunungapi. Lebih jelasnya tentang gempa dan gunungapi ini, khususnya di Indoensia, dapat dilihat pada uraian terdahulu, “Tektonik Indonesia: Kondisi dan Potensinya”. Sedangkan bagaimana proses penunjaman itu berlangsung dapat dilihat pada postingan “Animasi Mekanisme Penunjaman Kerak Samudera”.

Sebagian besar tsunami disebabkan oleh gempa bumi pada zona penunjaman, area dimana lempeng samudera berbenturan dan menunjam di bawah lempeng benua. Gesekan antara dua lempeng ini mengakumulasikan energi yang sangat besar yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan secara tiba-tiba sebagai gempa bumi.

Akumulasi energi yang menyebabkan penekukan perlahan pada lempeng benua

Energi yang terakumulasi ini secara perlahan menyebabkan penekukan perlahan pada kerak benua. Meskipun kita yang tinggal di atasnya tidak akan merasakan penekukan tersebut. Akumulasi energi ini serupa dengan energi yang tersimpan kalau kita menekan sebuah pegas atau membengkokan batang rotan. Saat tekanan kita lepaskan, energi pada pegas atau rotan akan dilepaskan untuk mengembalikannya ke bentuk semula. Akumulasi energi pada lempeng benua ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama, puluhan tahun atau bahkan abad.

Akumulasi energi mencapai titik jenuh dan menyebabkan gempa bumi serta memulai tsunami

Nah, kalau energi ini sudah mencapai titik jenuhnya, yaitu saat akumulasinya telah melampaui tekanan akibat gesekan lempeng samudera, akumulasi energi ini akan terlepaskan sebagai gempa bumi. Pergerakan tiba-tiba ini mengharuskan sejumlah besar massa air di atasnya harus segera berpindah tempat, kena gusur dan terpaksa mencari tempat menjauh dari titik pusat gempa. Kalau bebetulan di sekitarnya ada daratan, ya mereka rame-rame pindah ke daratan. Menyapu semua yang ada di atasnya, seperti yang terjadi di Aceh (2004).

Gelombang tsunami bergerak menjauhi titik pusat gempa

Tidak semua gempa bumi dapat mengakibatkan tsunami. Agar dapat terjadi tsunami, syaratnya antara lain; Titik pusat gempanya di laut, magnitude-nya besar (sekurang-kurangnya 6.5 skala Richter), terjadi pensesaran dip-slip, dan hiposentrum dangkal (kurang dari kedalaman 30 km).

Tsunami dapat melintasi samudera dengan sangat cepat, gambar di bawah ini menunjukkan bagaimana tsunami yang terjadi di pantai Chile, tahun 1960, melintasi Samudera Pasifik dan tiba di Hawaii hanya sekitar 15 jam dan Jepang dalam waktu kurang dari 24 jam.

Tsunami melintasi Samudera Pasifik

Letusan gunungapi dalam skala sangat besar juga dapat menyebabkan tsunami. Salah satu contoh yang melegenda tentunya letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda. Hal ini terjadi karena letusan tersebut menghancurkan dan mengangkat seluruh tubuh gunungapi ke udara, kemudian dihempaskan kembali ke lautan. Lebih jelasnya tentang letusan Gunung Krakatau dapat dibaca pada tulisan pak Awang Satyana yang sempat saya posting sebelumnya, “Krakatau 1883: Lethal Tsunami”.

————————

Catatan:

Semua gambar yang saya sisipkan di atas bersumber dari www.geology.com

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 27, 2010 in Geo-dinamik, Kebencanaan

 

Tag: , , , , , ,

4 responses to “Bagaimana Terjadinya Gelombang Tsunami

  1. wiona

    April 13, 2013 at 9:50 pm

    Great… thanks ya!.

     
  2. orang gila sekolah di svp

    Mei 23, 2013 at 10:16 am

    TIDAK TERIMA KASIH HAHAHAHAHAHAHAHHAHA GILE LU NDRO

     
  3. Devita Putri Cahyani (@7_vitriyani)

    Februari 8, 2015 at 9:06 pm

    sangat membantu, terima kasih!

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: