RSS

Sejarah Bumi Sejak Superkontinen Pangaea Hingga Saat Ini

16 Jan

Sekitar 250 juta tahun yang lalu, hanya ada superkontinen yang dinamakan Pangaea. Kemudian 50 juta tahun kemudian, sekitar 200 juta tahun yang lalu, Pangaea pecah menjadi dua superkontinen, Laurasia di sebelah utara dan Gondwana di sebelah selatan.

Kemudian 135 juta tahun yang lalu, Laurasia bergerak dan pecah menjadi tiga yaitu Benua Amerika Utara, Benua Eropa dan Benua Asia. Sedangkan Gondwana pecah menjadi Benua Afrika, Benua Antarktika, Benua Australia dan Benua Amerika Selatan.

Sekitar 65 juta tahun yang lalu (saat terjadi kepunahan massal Dinosaurus), susunan dan posisi benua secara perlahan berangsur-angsur mirip seperti yang ada saat ini. Ditambah dengan berpisahnya Anak Benua India dari Antarktika dan Benua Australia bergerak relatif ke arah ekuator. Anak Benua India tersebut kemudian menabrak Benua Asia dan karena dua-duanya tidak ada yang mau mengalah, maka dua-duanya saling berlomba menjulang ke atas membentuk Pegunungan Himalaya, pegunungan tertinggi di dunia.

Lho, koq gak ada yang mau ngalah ya ?

Yaa…karena dua-duanya merupakan kerak benua. Sifatnya sama-sama rigid, sama-sama berkomposisi felsik (Si-Al) dan tentunya densitasnya relatif sama. Jadi tidak ada yang mau nyungsep ke bawah seperti proses penunjaman di Palung Jawa. Lihat postingan sebelumnya di Animasi Mekanisme Penunjaman Kerak Samudra.

Animasinya bisa dilihat pada video di bawah ini.

Uraian sejarah terbentuknya benua di atas tidaklah menunjukkan bahwa Pangaea merupakan superkontinen tertua dalam sejarah bumi. Umur bumi sendiri sekitar 4.6 milyar tahun. Sedangkan batuan tertua berumur 3.5 milyar tahun. Tentunya ada sejarah superkontinen juga sebelum Pangaea. Hanya saja, merekonstruksi kejadian geologi pada masa yang sangat lampau, seperti Zaman Pra-Kambrium, sangatlah sulit. Data-data geologi lampau tersebut tentunya sudah tertutupi atau terganggu proses geologi yang datang kemudian. Sehingga periode sebelum Pangaea kebanyakan masih berupa hipotesa yang terbuka bagi banyak penafsiran.

Ada Superkontinen Laurussia, Laurentia dan Baltika yang berumur Kambrium. Lebih tua lagi ada Superkontinen Pannotia dan Rodinia yang berumur Pra-Kambrium. Namun untuk merekonstruksi detail semua superkontinen tersebut bukanlah pekerjaan yang mudah.

Tentunya rekonstruksi detail minimal meliputi bentuk, batas-batas pinggirnya, posisi, arah pergerakannya dan umurnya. Hal seperti ini yang sulit. Dan tentunya akan banyak perdebatan mengenai detail tersebut. Rekonstruksi yang dimulai dari Pangaea pada saat ini relatif sudah diterima luas oleh masyarakat ilmiah.

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 16, 2009 in Geo-dinamik, Geo-historis

 

Tag: , , , ,

15 responses to “Sejarah Bumi Sejak Superkontinen Pangaea Hingga Saat Ini

  1. fendz

    Januari 16, 2009 at 4:24 pm

    good,,good,,,good……..

     
  2. fendz

    Januari 16, 2009 at 4:27 pm

    good,,good,,,

    jempol bwat yang bkin artikel ini….

     
  3. pendongs

    Januari 16, 2009 at 4:46 pm

    ????? i don’t think so…………

     
  4. bocahbancar

    Januari 17, 2009 at 10:58 am

    Owh jadi begitu yaw2..//?

    Banyak ilmu geologi yang terlewatkan olehku…

    Pasti tidur waktu gurunya ngajar…hayo ngaku!😀

     
  5. diman

    Mei 21, 2009 at 2:07 pm

    wuih…………………….. ba9uz buaaaaaaanget n kreeeen abbiiiieezzz.

     
  6. firman

    Mei 21, 2009 at 2:22 pm

    weesss…denGan vidieo ini pengetahuan jadi luas tentang proses terbentuknya benua karna pelajaran yang diajarkan guru blom menyeluruh…trimzzz yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa uups kepanjangan nich komentar gw kya pidato

     
  7. arif

    Oktober 6, 2009 at 7:28 pm

    eh…………salam saya buat yang namanye pendongssssssssss
    maksudnya i don’t think so…..??????!!!!
    lo kamu bisa nge posting, posting ajaaaaaaaa nggak usah banyak komentarrrrrrrr!!!!!!!!!!

     
  8. lathifa

    November 21, 2009 at 3:06 pm

    teenkz yaaaa!!!
    .
    .

    .
    .
    thenkz bageeeeeddz, buat nambah” iLmu gtuuu!!!!
    wkwkk

     
  9. wishnu

    Desember 4, 2009 at 11:41 am

    okey…. baungeeeet brooo………Nocomment ..is very..very.. goood,
    namun terus terang aja ne nih perlu gambar tipografi dan titik koordinatnya khususnya kaltim punya ga broo …! ma kacih

     
  10. Danang

    Agustus 22, 2010 at 9:03 am

    Wah Keren Abiez…

    BS mbntu q mbuat tgs
    tq y!

     
  11. Danang

    Agustus 22, 2010 at 9:03 am

    W

     
  12. haryadi kurniawan

    Februari 14, 2011 at 4:23 pm

    bos, detail dkit napa! tapi tankz

     
  13. Ayu

    Oktober 6, 2011 at 11:33 am

    thanks Bgt artikel d ataz bner-bner Bntu tgas aku Bangeeetzz..

    Mksihh yng Udh buat artikel D ataz..

     
  14. Razak Villa

    Desember 27, 2011 at 10:31 am

    for knowledge…..

     
  15. Sarni verawati hutagaol

    Januari 13, 2012 at 3:25 pm

    i’m like it……!
    it is need for our knowledge….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: