RSS

Krakatau 1883 : Lethal Tsunami

09 Des

Entah kenapa, akhir-akhir ini saya lebih senang menbaca artikel-artikel yang berkaitan dengan geosains. Berikut artikel dari Pak Awang Satyana di Milist IAGI tentang letusan Gunung Krakatau tahun 1883.

**********************

Ilustrasi letusan Gn. Krakatau

Ilustrasi letusan Gn. Krakatau

Krakatau bukan gunungapi biasa, namanya indah, melegenda, ditemukan di banyak buku2 di seluruh dunia, menggores kenangan pahit bencana katastrofik. Beposisi di tengah2 Selat Sunda, tepat muncul di titik potong dua sistem sesar besar Sumatra dan Jawa, di wilayah kerak teregang tempat Sumatra dan Jawa berpisah. Kalau letusannya begitu paroxysmal, geologi tak akan susah mencari jawabannya mengapa.

Adalah killer wave, tsunami, yang membunuh lebih dari 36.000 penduduk Lampung dan Banten saat Krakatau meletus dahsyat 26-27 Agustus 1883. Baca saja di semua buku top record world’s natural disaster, pasti Krakatau selalu duduk di tiga besar, kalau bukan di puncaknya. Ini tentu tipe tsunami yang lain daripada yang terjadi di Aceh dan wilayah Asia Selatan – Afrika Timur 26 Desember 2004 lalu.

Yokoyama (1981) – Journal of Volcanology and Geothermal Research vol. 9, menulis bahwa tsunami terbesar letusan Krakatau terjadi saat ejecta menta – piroklastika yang diletuskan Krakatau kembali jatuh ke laut Selat Sunda, luar biasa volumenya (18 km3, tulis Verbeek, 1885), sehingga mendangkalkan perairan Selat Sunda seketika, bahkan rempah2 volkanik itu membentuk dua pulau baru, Calmeyer dan Steers, yang tiba-tiba muncul dalam semalam. Di buku terlengkap tentang erupsi Krakatau 1883 ini (Simkin dan Fiske, 1983) ada peta Selat Sunda sebelum dan sesudah letusan Krakatau.

Sketsa luas dan posisi Gunung Krakatau sebelum dan setelah erupsi

Sketsa luas dan posisi Gunung Krakatau sebelum dan setelah erupsi

Membandingkannya, ada pulau yang hilang, ada pulau baru yang muncul, ada jurang laut baru, ada daratan dan dangkalan baru dll. Benar2 berubah drastis dalam semalam… Maka, air laut Selat Sunda, mau tak mau mesti berpindah tempat dalam semalam itu, memberikan tempatnya buat semua hujan “kiamat” piroklastika itu. Kemana gelombang berpindah, kalau bukan ke Banten dan Lampung. Lalu tersapulah lebih dari 100 desa nelayan di pantai2 Banten dan Lampung oleh gelombang tsunami 30-40 meter menewaskan lebih dari 36.000 jiwa. Tahun 1970-an ada film “Krakatau” (Sandi Suardi Hassan), yang pernah menyaksikannya, tentu bisa merasakan saat-saat penuh gejolak Bumi dan kegelisahan manusia saat itu (kebetulan saya menyaksikannya waktu masih jadi anak SD pas ada layar tancap 17 Agustus-an di kelurahan lain, bukan di kelurahan sendiri...he2..). Kalau tertarik dengan semua sisik-melik historis, geologis, sosial, erupsi Krakatau, buku Simon Winchester (2002) : “Krakatoa : the day the world exploded” dengan sangat detail menggambarkannya.

Kalau kelak Gn. Krakatu meletus lagi (semoga tidak dalam waktu dekat ini, karena saat ini komposisi magma-nya belum riolitik lagi seperti 1883 – terjadi siklus magma yang paralel dengan kegiatan erupsi di gunung ini), maka tsunami dari Krakatau ke Jakarta butuh waktu 2,5 jam dan memukul pantai Jakarta dengan gelombang hampir  setinggi 2.0 meter (ini dulu, saat induk Krakatau yang meletus, kalau anaknya sekarang meletus, kelihatannya ejecta mentanya tak sebesar induknya).

Tulisan ini hanya mengingatkan saja, bahwa di Indonesia, di negeri kita tercinta, telah terjadi dua jenis tsunami dengan asal-muasal yang berbeda tetapi yang sama-sama menduduki the world’s top record of the worst natural disaster : tsunami Krakatau 1883 dan tsunami Aceh 2004. Be aware…

Salam, Awang

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 9, 2008 in Geo-dinamik, Kebencanaan, Vulkanologi

 

Tag: , , , ,

One response to “Krakatau 1883 : Lethal Tsunami

  1. wahdaniyah

    Februari 24, 2009 at 9:13 am

    makasih infonya pak awang.tdk bisa membayangkan klo krakatau meletus sedasyat dulu.meski belum disebut sebagai gunung api super volcano,tapi udah bikin geger separo planet bumi.

    makasih.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: