RSS

“Marhaban Yaa Ramadhan”

“Marhaban Yaa Ramadhan. Selamat Datang Bulan Ramadhan. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Admin Blog TJERITERA BOEMI… Dalam Kesempatan Ini Memohon Maaf Lahir Batin Atas Segala Salah & Khilaf.”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 31, 2011 in Uncategorized

 

Tag: ,

Batuan Beku

I. PENDAHULUAN

Granit

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari proses pembekuan magma. Batuan beku merupakan salah satu dari tiga jenis utama batuan. Dua jenis batuan lainnya adalah batuan sedimen dan batuan metamorf. Dari ketiga jenis batuan ini, hanya batuan beku yang terbentuk dari material yang meleleh. Dua jenis batuan beku yang umum dijumpai adalah granit dan basalt. Granit berwarna cerah/terang tersusun oleh mineral kuarsa, felspar dan mika berukuran besar. Basalt berwarna lebih gelap dan mengandung kristal-kristal berukuran kecil dari mineral olivin, piroksen dan felspar. Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 18, 2011 in Petrologi

 

Tag: , , , , , , ,

Skala Waktu Geologi

PENDAHULUAN

Waktu geologi adalah skala waktu yang meliputi seluruh sejarah geologi bumi dari mulai terbantuknya hingga saat ini. Sebelum perkembangan dari skala waktu geologi pada abad ke-19, para ahli sejarah mengetahui bahwa bumi memiliki sejarah yang panjang, namun skala waktu yang digunakan sekarang dikembangkan sejak 200 tahun terakhir dan terus-menerus diperbaiki. Skala waktu geologi membantu para ilmuwan memahami sejarah bumi dalam bagian-bagian waktu yang teratur.

Sebelum adanya pentarikhan radiometri, yang mengukur kandungan unsur radioaktif dalam suatu objek untuk menentukan umurnya, para ilmuwan memperkirakan umur bumi berkisar dari 4,000 tahun hingga ratusan juta tahun. Saat ini, diketahui bahwa umur bumi adalah sekitar 4.6 milyar tahun.

Skala waktu geologi saat ini dibuat berdasarkan pada pentarikhan radiometri dan rekaman kehidupan purba yang terawetkan di dalam lapisan batuan. Sebagian besar batas pada skala waktu geologi sekarang berhubungan dengan periode kepunahan dan kemunculan spesies baru.

PEMBAGIAN WAKTU

Skala waktu geologi yang ditetapkan oleh International Union of Geological Sciences (IUGS) pada tahun 2004 membagi sejarah bumi ke dalam beberapa interval waktu yang berbeda-beda panjangnya dan terukur dalam satuan tahun kalender. Interval terpanjang adalah Kurun. Setiap Kurun terbagi menjadi beberapa Masa. Setiap Masa terdiri dari beberapa Zaman, dan Zaman terbagi menjadi beberapa Kala.

Read the rest of this entry »

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 7, 2011 in Geo-historis, Paleontologi

 

Tag: , , , , ,

Kebencanaan Gunungapi

Gunungapi Semeru

Gunungapi bukan hanya terlihat indah dan menakjubkan, namun juga sangat berbahaya. Banyak gunungapi yang dapat menimbulkan bencana yang sangat mengancam dan mematikan, baik pada saat erupsi maupun saat diamnya. Memahami apa yang dapat ditimbulkan oleh gunungapi adalah langkah awal dalam penanggulangan bencana gunungapi. Namun penting untuk diingat bahwa meskipun para ilmuwan telah mempelajari gunungapi sekian lama, mereka belumlah mengetahui secara detail segalanya tentang gunungapi. Gunungapi adalah sistem alamiah, dan selalu memiliki beberapa elemen yang tak terduga.

Ahli kegunungapian selalu bekerja untuk memahami bagaimana terjadinya bencana gunungapi, dan apa yang bisa dilakukan untuk menghindarinya. Disini ada beberapa bahaya yang umum terjadi dan bagaimana mekanisme terjadinya. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2011 in Kebencanaan, Vulkanologi

 

Tag: , , , ,

Teori Tektonik Lempeng

Hipotesis Apungan Benua


Saat perkembangan pembuatan peta dunia pada awal tahun 1900-an, seorang ahli meteorologi dari Jerman, Alfred Wegener mengemukakan sebuah hipotesis tentang Apungan Benua (Hypothesis of Continental Drift). Dia mengemukakan bahwa dulunya ada sebuah super-kontinen, disebut Pangaea, yang pecah jutaan tahun yang lalu, kemudian benua-benua pecahannya perlahan bergerak menuju posisinya saat ini dan masih terus bergerak perlahan.
Read the rest of this entry »

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 4, 2010 in Geo-dinamik, Geo-historis

 

Tag: , ,

Struktur Pembentuk Bumi

Bumi yang kita tinggal di atasnya, planet biru yang dua pertiga permukaannya adalah lautan. Hanya di bumi manusia dapat hidup. Nampaknya kecocokan antara sifat-sifat di bumi dengan sifat-sifat dan kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya sudah dirancang sedemikian rupa oleh Sang Pencipta.

Bumi memiliki struktur dan kompisisi penyusunnya. Gambar di bawah ini menunjukkan kalau “kue” bola bumi dipotong dari permukaan hingga ke bagian inti, akan terdapat lapisan-lapisan penyusun yang dapat dibedakan secara fisik dan kimiawi.

Baiklah, mari kita lihat satu-persatu lapisan “kue” tersebut. (Begini jadinya kalau lagi nge-blog pas belum makan…:D)
Read the rest of this entry »

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada November 28, 2010 in Geo-dinamik, Geo-struktur

 

Tag: , , , , ,

Sekilas Tentang Diskontinuitas Mohorovicic (Mohorovicic Discontinuity)

Apakah Yang Dimaksud Dengan Diskontinuitas Mohorovicic?

Diskontinuitas Mohorovicic adalah batas antara Kerak Bumi dan Mantel Bumi.

Gambar struktur internal lapisan pembentuk bumi (USGS) – Diskontinuitas Mohorovicic (garis merah) ditambahkan oleh Geology.com

Dalam ilmu geologi, istilah ‘diskontinuitas’ digunakan untuk menunjukkan lapisan imaginer yang menjadi batas perubahan cepat rambat gelombang seismik. Pada Kerak Samudera, lapisan ini berada pada kedalaman sekitar 8 kilometer. Sedangkan pada Kerak Benua, pada kedalaman sekitar 32 kilometer. Pada diskontinutas ini, gelombang seismik berakselerasi. Lapisan imaginer inilah yang disebut Diskotinuitas Mohorovicic, atau lebih sederhananya dikenal sebagai Moho. Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada November 15, 2010 in Geo-dinamik, Geo-struktur, Kegempaan

 

Tag: , , , ,

Krakatau Purba 535 AD: “a Super Collosal Eruption”

Ada tulisan menarik dari Pak Awang H. Satyana di Blognya Ahli Geologi Indonesia, tentang sejarah letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda. Ternyata, letusan tahun 1883 bukanlah yang terbesar dalam sejarah Krakatau. Coba simak tulisan berikut.
————————-
Oleh Awang H. Satyana

Senin 27 Agustus 1883 pukul 10.00 WIB adalah saat terakhir penduduk di sekitar Selat Sunda melihat Matahari tengah naik ke puncaknya. Setengah jam kemudian, mereka meregang nyawa diseret gelombang laut setinggi sampai 40 meter… !! Jumlah seluruhnya 36.417 orang berasal dari 295 kampung di kawasan pantai Banten dan Lampung. Keesokan harinya dan keesokan harinya lagi, penduduk sejauh sampai Jakarta dan Lampung tak melihat lagi Matahari – gelap gulita. Apa yang terjadi di hari yang seperti kiamat itu adalah letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda. Suara letusannya terdengar sampai sejauh 4600 km dan di dengar di kawasan seluas 1/8 permukaan Bumi. Telah banyak tulisan dan film di seluruh dunia dibuat tentang kedahsyatan letusan Krakatau ini. University of North Dakota Volcanic Explosivity Index (VEI) mencantumkan dua gunungapi di seluruh dunia yang letusannya paling hebat dalam sejarah moderen : Krakatau 1883 (VEI : 6) dan Tambora 1815 (VEI : 7). Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 29, 2010 in Geo-historis, Kebencanaan, Vulkanologi

 

Tag: , , , ,

Taqobbalallahu minna wa minkum

‘Taqobbalallahu minna wa minkum’. Selamat Hari Raya ‘Iedul Fitri 1431 Hijriyyah. Mohon maaf lahir dan bathin atas segala salah dan khilaf.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada September 9, 2010 in Uncategorized

 

Tag: , ,

Bagaimana Terjadinya Gelombang Tsunami

Tsunami adalah gelombang laut berskala besar yang disebabkan oleh pergerakan tiba-tiba dari lantai samudera. Pergerakan tiba-tiba ini dapat berupa gempabumi, letusan gunngapi yang sangat besar, atau adanya longsoran bawahlaut. Benturan meteorit juga dapat menyebabkan tsunami. Gelombang tsunami merambat di laut terbuka dengan sangat cepat dan membentuk gelombang besar ketika memdekati pantai / laut dangkal.

Zona penunjaman dan area gesekan antara dua lempeng

Zona penunjaman merupakan area yang potensial bagi bencana tsunami. Karena di zona ini akan banyak sekali dijumpai titik-titik pusat gempa dan rangkaian jalur gunungapi. Lebih jelasnya tentang gempa dan gunungapi ini, khususnya di Indoensia, dapat dilihat pada uraian terdahulu, “Tektonik Indonesia: Kondisi dan Potensinya”. Sedangkan bagaimana proses penunjaman itu berlangsung dapat dilihat pada postingan “Animasi Mekanisme Penunjaman Kerak Samudera”.

Read the rest of this entry »

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 27, 2010 in Geo-dinamik, Kebencanaan

 

Tag: , , , , , ,