
Cover depan
This Dynamic Earth, sebuah buku digital yang bisa di-download gratis di situsnya United States Geological Survey (USGS), ditulis oleh W. Jacquelyne Kious dan Robert I. Tilling. Buku ini menguraikan tentang bagaimana benua terbentuk, saling bertumbukan, terpisah dan menjadi seperti posisinya saat ini. Tentunya tidak asing bagi mereka yang berkecimpung di bidang geologi. Buku ini juga menguraikan tentang pengaruh proses tektonik selama sejarah bumi terhadap manusia dan lingkungan hidup yang tinggal di atasnya.
Berikut ringkasannya…
Perspektif Sejarah
Bab ini menjelaskan tentang asal kata ‘tektonik’ dan menguraikan bahwa dahulunya semua benua yang ada berasal dari satu superkontinen yang disebut Pangaea, yang kemudian split menjadi beberapa benua yang bergerak menjauh, bergesekan atau bertumbukan satu sama lain. Pada bagian ini juga dijelaskan komposisi lapisan di dalam bumi hingga ke inti bumi yang kita sebut ‘core’. Pencetus pertama tentang teori benua yang mengapung (Continental Drift), Alfred Lothar Wegener (1880-1930), mendasarkan hipotesisnya pada beberapa kecurigaan antara lain : garis pantai timur Benua Amerika Selatan yang mirip dengan garis pantai barat Benua Afrika, adanya endapan glasial yang justru ditemukan di Afrika, serta adanya fosil dinosaurus yang hidup di kutub namun ditemukan fosilnya di Australia. Hal ini mengindikasikan bahwa Australia dulunya berposisi dekat dengan daerah kutub.
Perkembangan Teori
Teori Benua yang Mengapung inilah yang menjadi cikal bakal Teori Tektonik Lempeng (Plate Tectonic Teory). Pada bagian ini diuraikan tentang pemetaan dasar samudera, pemetaan magnetik, adanya dasar samudera yang mengembang dan mengeluarkan magma, pemetaan lokasi-lokasi rawan gempa bumi, serta penyelaman ke dasar samudera untuk mencari bukti-bukti ilmiah lainnya yang pada akhirnya semakin membuktikan Teori Tektonik Lempeng ini.
Memahami Pergerakan Lempeng
Pada bab ini dijelaskan berbagai jenis pergerakan lempeng. Ada yang saling berpisah/menjauh seperti di tengah Samudera Atlantik, ada yang saling bertumbukan seperti pada pantai barat Sumatra dan pantai selatan Jawa yang membentuk Palung Jawa, ada yang saling bergesekan seperti yang terjadi di San Andreas Fault. Apabila lempeng yang bertumbukan keduanya adalah lempeng benua maka tidak ada yang mau mengalah, keduanya mau naik ke atas, sehingga terbentuklah pegunungan yang menjulang tinggi, seperti pada kasus terbentuknya Pegunungan Himalaya. Pegunungan ini terbentuk akibat tumbukan anak benua India terhadap lempeng Eurasia. Keduanya merupakan lempeng benua.
Hotspot : Aliran Magma dari Selubung Bumi
Pada bab ini diuraikan bagaimana terbentuknya gunungapi-gunungapi di Kepulauan Hawaii. Magma yang keluar dari masing-masing pulau tersebut berasal langsung dari selubung bumi.
Beberapa Pertanyaan yang Belum Terjawab
Pada bab ini dijelaskan beberapa hal yang masih menjadi tanda-tanya. Diantaranya tentang ‘Apa yang menyebabkan lempeng tersebut bergerak?’ ‘Bagaimana Lempeng Tektonik di Planet Lain?’ serta pertanyaan ‘Apa yang terjadi sebelum pecahnya Pangaea?’ Tentunya disertai dengan beberapa hipotesis jawabannya.
Lempeng Tektonik dan Manusia
Bab ini menguraikan pengaruh proses-proses tektonik tersebut terhadap kehidupan manusia dan alam sekitarnya. Adanya bencana gempa bumi, erupsi gunungapi, tanah longsor dan tsunami adalah efek langsung dari proses-proses tektonik tersebut. Namun di balik itu semua, kekayaan alam seperti endapan logam, hidrokarbon, energi panas bumi serta lingkungan subur dekat gunungapi juga merupakan berkah adanya proses-proses tektonik tersebut. Proses tektonik tidak selalu identik dengan bencana. Silahkan baca disini.
Untuk membaca secara online bisa klik disini.
Kalau mau men-download file PDF-nya silahkan klik kanan disini kemudian ‘Save As’
Kalau belum punya Adobe Reader bisa download dan install disini

Posted by Fikri Faris on Januari 3, 2009 at 3:25 am
whaa, seneng bs ktemu blog bermanfaat gini
trims, pdf-nya sy download
Posted by han2cute on Januari 3, 2009 at 8:26 am
wa….. aku ndak suka baca bacaan beraaaaat… sukanya komik… tapi bermanfaat sih kayak ginian… sayangnya aja aku yg pemalas..
Posted by jurnalis on Januari 3, 2009 at 11:31 am
senengnya bisa berkunjung balik ke tempat pak yudi, dan berguna sekali buku digital ini – salah satu bahan untuk olimpiade kebumian
atau untuk memperkenalkan geologi pak.
saya tautkan ya …
Posted by imcw on Januari 3, 2009 at 1:49 pm
Menarik nih, mencoba untuk download.
Posted by indah on Januari 4, 2009 at 1:41 am
saya mau buku fisik-nya dong!
)
hehehe ada yg mo ngasih??
Posted by munawar am on Januari 6, 2009 at 10:56 am
sudah coba download; belum berhasil; kompu-nya lemot banget siiihhh; lain kali berkunjung ke sini; Manokwari sudah menari, 2009 awal yang kurang baik bagi bumi indonesia